Setidaknya tiga warga Palestina, termasuk seorang wanita hamil dan anak laki-lakinya yang berusia 18 bulan, tewas akibat serangan udara Israel dan tembakan artileri di Jalur Gaza. Ibu yang sedang hamil itu tewas beserta anaknya di lokasi kejadian.
Demikian dilaporkan kementerian kesehatan Palestina. Kantor berita Palestina WAFA, melaporkan setidaknya 12 orang Palestina terluka akibat serangan ini. Seorang anggota Hamas juga tewas.
Militer Israel meningkatkan serangannya ke Gaza sejak Rabu 8 Agustus 2018. Kontak senjata Israel dan Hamas meningkatkan dalam dua hari terakhir ini. Israel mengklaim 150 roket ditembakkan Hamas dari Gaza.
Pihak Hamas menyatakan tembakan itu sebagai perlawanan atas serangan militer yang dilakukan Israel sejak Maret 2018. Serangan Israel ini telah menewaskan ratusan dan melukai ribuan rakyat Palestina.
Sebelumnya pada hari Selasa (7/8) Hamas melaporkan dua orang anggotanya tewas akibat serangan Israel. Mereka bernama Ahmed Murjan dan Abdel-Hafez al-Silawi, 23 tahun. Aksi ini membuat Hamas melakukan serangan balasan ke Israel yang kemudian direspon balik oleh Israel.
Nickolay Mladenov, koordinator khusus Perserikatan Bangsa bangsa untuk perdamaian Timur Tengah, mengatakan dirinya "sangat khawatir dengan eskalasi kekerasan belakangan ini antara Gaza dan Israel. Terutama atas roket mutiple yang ditembakkan ke arah selatan". Demikian dilansir Al Jazeera pada Kamis (9/8).
Menurut data yang disampaikan pejabat kesehatan di Gaza, lebih dari 160 warga Palestina telah tewas akibat serangan Israel sejak Maret 2018. Sementara warga Palestina yang terluka mencapai 16.000 warga Palestina telah terluka.
PBB dan Mesir saat ini mencoba merintis gencatan senjata. Kedunya sedang melakukan pembicaraan intensif.
Sumber : akurat.co
Berita Lain :
Panglima TNI Janji Penuhi Kebutuhan Korban Gempa Lombok.
Gempa Kembali Mengguncang Lombok


Tidak ada komentar:
Posting Komentar